Kamis, 26 Juli 2018

GREEN HOUSE

Adiwiyata adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, yang diharapkan seluruh warga sekolah turut berpartisipasi didalamnya.
Lingkungan sekolah merupakan wadah belajar dan pembentukan karakter dan perilaku anak untuk mengembangkan berbagai aspek menyangkut pengembangan sikap, pengetahuan maupun keterampilan sebagai bekal anak / peserta didik dalam menghadapi tantangan jaman. Lingkungan sekolah yang ideal adalah sekolah yang mampu menciptakan suasana aman, nyaman, rapi, asri dan kondusif yang dapat memperlancar proses Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah.


Salah satu upaya menciptakan kenyaman disekolah adalah membangun lingkungan sekolah yang bersih,rapi dan terawat, serta menimbulkan rasa aman, nyaman dan kondusif pada warga sekolah. Pada pelaksanaannya, penting bagi sekolah untuk mengembangkan program pelestarian lingkungan yang diintegrasikan dalam kurikulum dan dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah.
Keberadaan green house di sekolah dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran khususnya bagi pelajaran IPA
untuk belajar langsung (praktikum) dan mengajak para siswa untuk mengenali, mencintai dan melestarikan lingkungan. Green house selain memiliki fungsi menghindari terpaan air hujan yang dapat menyebabkan tumbuhan tersebut rusak atau mati, para siswa juga menjadi lebih nyaman dalam mempelajari jenis-jenis tanaman saat berada di dalam green house


Selasa, 24 Juli 2018

SUMUR RESAPAN

Mungkin sebagian besar masyarakat belum mengetahui apa yang dimaksud sumur resapan. Sumur resapan adalah lubang yg dibuat menerupai sumur galian dengan jedalaman tertentu yg digunakan untuk menampung air hujan ahar tdk langsung mengalir ke sungai.
Salah satu persyaratan sebagai sekolah Adi Wiyata, sekolah harus memiliki sumur resapan sebagai sarana pelestarian air shg di musim kemaraupun kondisi lingkungan sekolah tidak terlalu kering dan panas.
SMP Negeri 1 Grogol yang tahun 2018 maju untuk diverivikasi sbg sekolah Adi Wiyata tingkat nasional, alhamdulillah sdh memiliki 2 sumur resapan.
Adapun fungsi simur resapan antara lain adalah sebagai tempat menampung air hujan dari atap atau lingkungan sekolah. Di samping itu jika sumur resapan di buat  cukup dalam dan jumlahnya memadai akan mampu mengurangi bencana banjir ketika musim hujan tiba.

Sumur resapan yang belum diberei tutup







Sabtu, 21 Juli 2018

PEMANFAATAN LIMBAH KAIN

Dalam pembelajaran Seni Budaya seni rupa di SMP negeri 1 Grogol, peserta didik dipersiapkan menjadi generasi bangsa yang kreatif dan inovatif. Dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik dihadapkan dengan limbah kain perca ataupun pakaian bekas untuk dijadikan karya yang lebih bermanfaat. dalam KD penerapan ragam hias pada tekstil dengan teknik sulam. Bahan yang dipersiapkan adalah limbah kain, spanring/midangan, jarum, benang dan gunting. Hasilnya luar biasa....kain tersebut berubah menjadi lebih cantik, eksotik, dan bisa dipergunakan sebagai hiasan dinding dan sapu tangan, manfaat lainnya adalah mengajarkan kepada siswa menjadi lebih sabar, tekun, kreatif, dan inovatif dan yang terpenting adalah memanfaatkan limbah yang tidak berguna menjadi kerajinan tangan yang bisa dimanfaatkan








Jumat, 20 Juli 2018

PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK

Indonesia menghasilkan  banyak limbah dengan berbagai bahan dasar   yang bisa dijadikan berbagai ragam kerajinan tangan pula. Produk kerajinan dari bahan limbah organik maupun anorganik yang ada disekitar kita sangat variatif, inovatif, dan senantiasa berkembang sesuai tuntutan pangsa pasar dan zaman,  serta sudah dikenal di mancanegara. Oleh karena itu,  Indonesia dikenal sebagai negara eksportir paling besar kerajinan buatan  tangan (handmade). Tangan-tangan terampil serta pemikiran kreatif inovatif karya anak bangsa cukup tersebut dikagumi oleh bangsa lain.
Dengan bimbingan guru Seni Budaya, peserta didik di SMPN 1 Grogol sudah mulai belajar cara membuat ragam hias dengan memanfaatkan limbah keramik lantai

Peserta didik tekun bekerja

Hasil akhir berupa keramik hias

Peserta didik bangga dengan hasilnya

Kamis, 19 Juli 2018

SI CANTIK DARI YANG TERBUANG

Sampah adalah sisa dari proses produksi yang berupa organik dan nonorganik. Sampah adalah barang yang tak mendapat tempat di hati hampir semua orang. Bahkan dipandang pun tidak. Begitu dibuang ya selesai sudah. Tak terpikirkan apa yang akan terjadi dengan si sampah tersebut. Akan mengotori, mengurangi keindahan ,  membusuk, atau  merusak lingkungan.  Seolah tidak ada yang salah dengan perilaku kita terhadap sampah. Berangkat dari kenyataan image tentang sampah tersebut, membuat peserta didik yang tergabung dalam Tim Adiwiyata SMP N 1 Sukoharjo menggeliat. Ingin mengubah sampah menjadi si cantik yang mampu menempati hati masyarakat si penghasil sampah itu sendiri. Di sela-sela waktu istirahatnya, mereka berkumpul untuk berkreasi mengubah sampah menjadi sesuatu yang unik dan bernilai tinggi baik dari seni maupun jual. Dengan bimbingan seorang guru yang super kreatif -Bu Mulyani, S. Pd guru Seni Budaya-, anak-anak dapat membuat sampah dari tutup bekas minuman gelas berbagai merk menjadi topi, plastik deterjen menjadi tas atau baju, tas kresek menjadi dompet atau tas, dan masih banyak lagi kreasi yang lain. Berkat tangan-tangan kreatif dan teliti itu telah membuktikan bahwa si cantik dari yang terbuang telah membuat banyak orang terkesima. Mereka yang tadinya menganggap remeh sampah mulai tertarik untuk ikut-ikutan membuat barang tersebut yang tak kalah menariknya dengan barang yang dibuat dengan bahan yang lebih mahal.  Ayo, kita gerakkan peduli sampah! Jadikan perlakuan terhadap sampah secara lebih bijak sebagai sebuah kebiasaan. Dengan demikian, kita sudah berkontribusi menyelamatkan lingkungan dari pencemaran limbah. (Bersambung)


Titipan tulisan dari: Bekti Dwi Hastuti, S. Pd
Tim Adi Wiyata SMPN 1 Grogol




Tas cantik dari plastik bekas
Baju pesta dari aneka limbah pembungkus snack dan topi dari limbah gelas plastik

Gantungan kunci dari plastik bekas












Rabu, 18 Juli 2018

SMPN 1 GROGOL

IZINKAN AKU CERITAKAN SEKOLAHKU
(Karya: Bekti Dwi Hastuti, S. Pd)



Saya adalah seorang pendidik di sebuah sekolah yang berdiri di antara bangunan-bangunan pabrik tinggi menjulang. Sekolah di mana saya mengabdikan diri tersebut adalah SMP Negeri 1 Grogol, adalah sebuah sekolah menengah pertama yang terletak di Jalan Timur Perum Telukan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Meskipun sekolahku berada di antara pabrik, Anda bisa merasakan suasana yang beda dari pikiran orang banyak pasti udaranya panas dan pemandangannya gersang. Tidak percaya? Silakan datang dan buktikan. Begitu masuk pintu gerbang yang kokoh, mata akan disuguhi rindangnya pohon mangga yang berjejer di halaman depan. Ada juga sebuah taman di halaman depan. Taman tersebut merupakan taman terbaik peringkat 1 tingkat Kabupaten saat lomba Taman tahun 2017 yang diadakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukoharjo. Perhargaan itu dapat diperoleh karena keterlibatan tangan-tangan mungil anak didik kami yang tergabung dalam Tim Adiwiyata. Kami bangga pada anak-anak Tim Adiwiyata yang punya kepedulian besar pada pelestarian lingkungan yang ada di sekolah dan sekitarnya. Selain punya kepedulian tinggi, Tim Adiwiyata adalah pelopor dan penggerak bagi teman-temannya dalam melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Kegiatan yang mereka lakukan misalnya: melakukan gerakan pembuatan green house, penanaman dengan media botol minuman bekas yang ditempel di dinding kelas, pengolahan sampah menjadi barang yang unik dan bernilai lebih, dan sebagainya. Sekolah saya saat ini sedang dalam proses menuju sekolah Adiwiyata Nasional. Untuk mendapat predikat tersebut perlu kerja keras dan serius serta dukungan dari semua warga sekolah, warga masyarakat, dan pihak luar. Untuk itu butuh juga kerja sama yang intens dan solid. Semua tidaka bisa dicapai secara instan dan sulapan. Kami ingin semua kegiatan untuk menuju predikat Sekolah Adiwiyata benar-benar wujud dari kebiasaan dan pembiasaan yang dilakukan oleh semua warga sekolah.
(Bersambung)

Sebagian anggota Tim Adiwiyata Sekolah



Salah satu pojok sekolah

Mushola yang berada di kerindangan pohon

Green house di halaman belakang





GREEN HOUSE

Adiwiyata adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan d...